Selasa, 06 Mei 2008

ide tentang iklan telepon murah

Banyak saya lihat iklan telekomunikasi yang menawarkan tarif murah, dan kayaknya mereka(para provider) berlomba-lomba menancapkan image 'sayalah yang paling murah' dengan mengemban pesan 'pakailah saya'. Apakah saya tertarik dengan iklan itu sementara saya sudah punya nomer yang sudah dikenal banyak orang yang sebagian besar penting buat saya, dan saya sudah tidak mempunyai anggaran lagi untuk menambah HP saya untuk diisi Kartu baru sekaligus harus memberinya makan kalo sudah habis pulsa atau masa aktifnya.
Dan ternyata 'murah' yang ditawarkan ada 'plus dan minusnya', misalkan syarat, hanya ke sesama operator, ke operator lain tapi setelah menit kesekian, atau ke operator lain murah tapi, jika, apabila..
Kesimpulannya Semua sama !, kenapa tidak kita urai kelebihan masing-masing dan kita publikasikan dengan dibumbui edukasi 'pilihlah yang cocok bagi anda', artinya mungkin saya hanya butuh murah ke sesama karena saya mempunyai banyak teman dengan nomer dari provider yang sama, atau saya lebih suka yang ga murah-murah amat tapi fiturnya bagus dan layanannya perfect, karena saya mendewakan kualitas.
Sehingga artinya masing-masing provider punya 'kelompok' pelanggan masing-masing yang tersegmen krn kebutuhan. Sya ga tau apakah ini sesuai dengan teori marketing atau analis market masing-masing provider.
Ini kalo saya lho,kalo saya....

1 komentar:

elm mengatakan...

setuju. iklan saat ini rata2 jelek2in opsel laen